PINRANG.MATALASINRANG.com — Curah hujan dengan intensitas tinggi melanda Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, pada Rabu malam (7/1/2026).
Hujan deras tersebut mengakibatkan arus air yang sangat kuat hingga merusak sebuah jembatan kayu uling di Kampung Karajo, Desa Sabbang Paru.
Jembatan dengan lebar sekitar 4 meter dan panjang kurang lebih 11 meter itu ambruk dan terbawa arus air.
Kepala Desa Sabbang Paru, Syarifuddin Paturusi, menjelaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat karena menjadi penghubung menuju Kampung Lambiri dan Dusun Kanipang.
“Jembatan ini setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas ke persawahan, kebun, serta menuju lokasi pemakaman,” ujar Syarifuddin kepada media Matalasinrang. com melalui Via whatsapp, Kamis, 8/1/2026
Selain jembatan, ia juga menyebutkan bahwa bendungan yang berada di lokasi yang sama turut mengalami kerusakan akibat derasnya arus air. Kondisi tersebut semakin menyulitkan aktivitas warga setempat.
Kepala Desa Sabbang Paru yang akrab disapa Edy itu turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, beserta jajaran instansi terkait yang dengan cepat turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan yang ambruk.
Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Pinrang dan seluruh kepala OPD yang segera datang melihat kondisi di lapangan dan memberikan perhatian kepada warga,” ungkapnya.
Menurut Syarifuddin, Bupati Pinrang langsung merespons aspirasi masyarakat agar jembatan yang rusak tersebut segera dibangun kembali dengan konstruksi permanen demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga Kampung Karajo.
“Kedatangan beliau memberikan kami harapan besar untuk segera memiliki jembatan baru yang lebih kuat dan aman,” tutupnya.
Penulis by @RD













