PINRANG.Matalasinrang.com– Semangat merawat budaya lokal ditunjukkan melalui kegiatan Sastra Lesehan bertema “Merawat Kata, Menjaga Kebudayaan” yang digelar di UPT SMPN 1 Cempa, Kabupaten Pinrang, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini mengangkat nilai kearifan lokal Bugis melalui pepatah “Mappadecengngi ada, Mappalebbi’i tau” yang bermakna memperindah kata dan memuliakan manusia. Tema tersebut menjadi landasan dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga budaya di tengah arus perkembangan zaman.
Ketua panitia, Andi Gafur, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Kementerian Kebudayaan yang bertujuan menghidupkan kembali ruang-ruang ekspresi budaya di tengah masyarakat.
“Budaya tidak diwariskan secara otomatis, tetapi harus dirawat dengan kesadaran bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk itu,” ujarnya.
Beragam lomba ditampilkan, mulai dari lagu daerah, puisi, mendongeng, hingga permainan tradisional seperti gasing dan longga. Sebanyak 15 sekolah dasar turut ambil bagian, dengan dukungan sekitar 30 panitia dari unsur siswa, mahasiswa, guru, dan masyarakat.
Kegiatan ini juga menghadirkan ruang bagi peserta didik untuk lebih dekat dengan sastra dan budaya lokal, sekaligus menegaskan peran generasi muda bukan hanya sebagai pewaris, tetapi juga penjaga kebudayaan.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Kebudayaan yang digagas oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang mendorong penguatan identitas budaya bangsa melalui kegiatan berbasis komunitas dan pendidikan.
Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung oleh kreativitas Fatimah Yasmin, M.Pd., mahasiswi program doktor (S3) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung asal Kabupaten Pinrang, yang menjadi penggagas kegiatan Sastra Lesehan pertama di Kecamatan Cempa.
Panitia berharap, kegiatan ini dapat menjadi percontohan dan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari gerakan menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Sumber:Matalasinrang.com











