PINRANG.Matalasinrang.com-— Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja Moenta menegaskan pentingnya pengawasan terhadap para siswa usai pengumuman kelulusan agar tidak melakukan aksi konvoi di jalan raya.
Penegasan itu disampaikan Andi Matjtja Moenta saat menghadiri Pentas Karya dan Penamatan siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025–2026 UPT SMPN 1 Duampanua, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak 185 siswa resmi ditamatkan dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan Pentas Karya Angkatan ke-62 bertema “One Last Bell, One Big Dream”. Acara berlangsung meriah dan dihadiri ratusan orang tua siswa serta sejumlah pejabat daerah.
Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Pinrang Asnur Asikin, Camat Duampanua A. Satriyadin, unsur TNI-Polri wilayah Duampanua, Direktur CV Anato Grup H. Abdul Muthalib, Korwil Dikbud Duampanua, Ketua MKKS SMP Kabupaten Pinrang, Ketua IKA, Ketua Komite, para kepala sekolah SD, SMP, SMAN 2 dan SMKN 5 Pinrang serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Andi Matjtja Moenta meminta para siswa untuk merayakan kelulusan dengan cara yang positif dan tidak mengganggu ketertiban umum.
“Kita semua berharap anak-anak tetap menjaga keselamatan dan tidak melakukan konvoi di jalan, khususnya di perempatan yang sering dipadati pelajar. Rayakan kelulusan dengan rasa syukur dan tetap menjaga nama baik sekolah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang selama ini berperan aktif membimbing siswa hingga menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Kepala UPT SMPN 1 Duampanua Syamsir berharap seluruh siswa yang tamat dapat melanjutkan pendidikan dan menjadi generasi sukses seperti para alumni sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, Syamsir juga mengungkapkan rencana pembangunan atap besar untuk fasilitas ibadah salat berjamaah di lingkungan sekolah. Ia mengajak masyarakat dan para alumni untuk turut membantu penyelesaian pembangunan tersebut.
Kegiatan penamatan berlangsung semarak dengan berbagai penampilan seni dan budaya, mulai dari lagu daerah Bugis, tarian tradisional, cerita rakyat hingga drama panggung. Penampilan drama Rhoma Irama dan Ani serta tarian “Bakka Lolona Sawitto” yang dibawakan lima siswa kelas IX sukses menghibur dan mendapat tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Penulis by @RD











