PINRANG.MATALASINRANG.com– Kepedulian seorang kepala desa terhadap kondisi warganya kembali dibuktikan Kepala Desa Tanra Tuo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Andi Asrul.

Setelah mendengar adanya warga yang mengalami keterbatasan fisik dan belum memiliki dokumen kependudukan, seperti KTP, akta kelahiran dan kartu keluarga, Andi Asrul langsung mengambil langkah dengan melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Pinrang.
Laporan tersebut mendapat respons cepat. Dukcapil Kabupaten Pinrang kemudian melakukan pelayanan jemput bola ke Desa Tanra Tuo untuk melakukan perekaman identitas warga yang bersangkutan.
Tim Dukcapil melalui Operator Dafduk, Aril, bersama seorang rekannya tiba di Kantor Desa Tanra Tuo dan disambut langsung Kepala Desa Andi Asrul. Selanjutnya, Kades bersama tim jemput bola Dukcapil langsung menuju kediaman warga untuk memberikan pelayanan di tempat.
Warga tersebut diketahui bernama Hadia, perempuan yang lahir di Allesalewoe, 5 Maret 1943. Ia berdomisili di Dusun Cempa Toa, Desa Tanra Tuo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang.
Kepala Desa Tanra Tuo, Andi Asrul, kepada Media Matalasinrang.com melalui WhatsApp, Kamis (8/10/2026), mengatakan, pelayanan tersebut dilakukan karena kondisi fisik Hadia tidak memungkinkan untuk datang langsung ke Kantor Dukcapil.
“Kami melaporkan kondisi Ibu Hadia kepada Dukcapil karena beliau memiliki keterbatasan fisik dan tidak memungkinkan untuk datang sendiri ke kantor.
“Kami bersyukur laporan tersebut langsung mendapat respons sehingga petugas Dukcapil datang ke lokasi untuk melakukan perekaman,” ujar Andi Asrul.
Menurutnya, pemerintah desa harus hadir ketika ada warga yang membutuhkan pelayanan, terlebih bagi masyarakat yang karena kondisi tertentu tidak mampu mengakses pelayanan pemerintahan secara langsung.
“Bagi kami, kepala desa bukan hanya hadir di kantor, tetapi harus mengetahui kondisi masyarakatnya. Kalau ada warga yang membutuhkan pelayanan dan tidak mampu datang, maka pemerintah desa harus mencari solusi agar hak warga tersebut tetap terpenuhi,” katanya.
Andi Asrul juga mengapresiasi langkah Dukcapil Kabupaten Pinrang yang memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat melalui program jemput bola.
“Kami sangat mengapresiasi pelayanan Dukcapil Kabupaten Pinrang. Petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi turun langsung ke desa bahkan ke rumah warga yang memang membutuhkan pelayanan khusus. Ini bentuk pelayanan yang sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Iwan, salah seorang kemenakan Hadia, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Kepala Desa Tanra Tuo dan pelayanan Dukcapil Kabupaten Pinrang.
Menurut Iwan, kedatangan langsung Kades bersama petugas Dukcapil ke kediaman Hadia sangat membantu keluarga, mengingat kondisi fisik Hadia yang tidak memungkinkan untuk dibawa ke kantor pemerintahan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Desa yang sudah peduli dan melaporkan kondisi tante kami kepada Dukcapil.
“Kami juga berterima kasih kepada petugas Dukcapil yang mau datang langsung ke rumah untuk melakukan perekaman. Ini sangat membantu keluarga karena kondisi tante memang tidak memungkinkan untuk dibawa ke kantor,” kata Iwan.
Ia berharap pelayanan seperti ini terus dilakukan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan atau kesulitan mengakses pelayanan administrasi kependudukan.
Kehadiran pemerintah desa bersama Dukcapil di kediaman Hadia menjadi gambaran bahwa pelayanan administrasi kependudukan tidak semata-mata tentang dokumen, tetapi juga tentang memastikan setiap warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan, tetap mendapatkan hak pelayanan dari negara.
Matalasinrang.com | Membangun Melalui Informasi

