PINRANG.MATALASINRANG.com – Keluhan warga terkait pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang yang viral di media sosial mendapat perhatian serius dari pihak manajemen rumah sakit.
Direktur RSUD Lasinrang, dr. Amtsyir Muhadi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia menegaskan, keluhan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki mutu pelayanan dan meningkatkan respons petugas terhadap pasien maupun keluarga pasien.
Hal itu disampaikan dr. Amtsyir saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2026).
Sebagai tindak lanjut, manajemen RSUD Lasinrang bergerak cepat melakukan evaluasi internal dengan menugaskan Kepala Bidang Pelayanan Medik, Hj. Ulfa Anwar, untuk memanggil dan mengklarifikasi seluruh petugas yang berjaga saat kejadian.
Klarifikasi dilakukan terhadap dokter, perawat IGD, hingga petugas keamanan. Langkah ini bertujuan menelusuri kronologi kejadian, proses triase atau penentuan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan, serta pola komunikasi petugas dengan keluarga pasien.
Direktur RSUD Lasinrang, dr. Amtsyir Muhadi, menegaskan bahwa penanganan pasien gawat darurat harus mengutamakan penilaian klinis sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Namun, menurutnya, penerapan prosedur medis juga harus diiringi sikap peduli, empati, dan komunikasi yang baik kepada masyarakat.
Manajemen rumah sakit pun mengingatkan seluruh petugas agar lebih responsif, komunikatif, dan humanis dalam memberikan pelayanan, terutama di IGD yang menjadi pintu pertama penanganan pasien dalam kondisi darurat.
Pihak rumah sakit juga berkomitmen menjadikan kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi menyeluruh. Penguatan koordinasi antarpetugas serta peningkatan disiplin pelayanan akan terus dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Respons manajemen ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjawab keluhan warga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pinrang.
Masyarakat tentu berharap permohonan maaf dan evaluasi tersebut tidak berhenti sebagai respons atas viralnya keluhan di media sosial, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pelayanan IGD yang lebih cepat, komunikatif, dan mengedepankan sisi kemanusiaan.
Editor by @RD

