
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Mukhtalif mengajak jamaah untuk memahami makna syukur secara lebih mendalam, khususnya di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, manusia tidak akan mampu membalas seluruh nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, rasa syukur tidak hanya diucapkan ketika mendapatkan kebahagiaan, tetapi juga ketika menghadapi ujian dan cobaan dalam kehidupan.
“Syukur bukan hanya ketika kita diberikan sesuatu yang membahagiakan, tetapi cobaan pun harus kita syukuri,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga menekankan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan sarana pendidikan spiritual bagi umat Islam. Puasa, lanjutnya, mengajarkan kesabaran serta melatih umat untuk menahan hawa nafsu.
Selain itu, Ustadz Abdul Mukhtalif mengingatkan jamaah agar menjaga lisan dan tidak membicarakan aib sesama, karena perbuatan tersebut dapat menghapus pahala yang telah dikumpulkan.
Di akhir tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus berada di jalan Allah SWT dengan memperbanyak ibadah di masjid serta melakukan berbagai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber:Matalasinrang












