PINRANG.MATALASINRANG.com-Pemandangan tak biasa menyambut pagi di gerbang UPT SMPN 2 Duampanua, Kabupaten Pinrang. Bukan hiruk pikuk biasa, melainkan alunan salam dan barisan rapi yang memukau setiap mata yang memandang. Selasa, 26/8/2025
Sekolah ini, yang terletak strategis di Poros Pinrang-Polman, telah menjelma menjadi sorotan berkat budaya disiplin dan keakraban yang kental.
Sejak pukul 07:00, gerbang sekolah ini menjadi saksi keteladanan.
Para siswa pengendara motor dengan sigap mematikan mesin, menuntun kendaraan hingga halaman, lalu menghampiri guru piket. Jabat tangan hangat dan sapaan “Assalamualaikum” menjadi tradisi wajib, sebuah penanda mulainya hari yang penuh hormat.
Hal serupa berlaku bagi siswa pejalan kaki; sapaan ramah dan senyum ceria adalah kunci pembuka interaksi positif setiap pagi.
Kedisiplinan tak berhenti di situ. Sebelum beranjak ke ruang kelas, siswa-siswi berkolaborasi dengan para guru membersihkan halaman sekolah.
Mereka memunguti sampah, memastikan setiap sudut lingkungan UPT SMPN 2 Duampanua tampak indah, asri, dan berseri.
Pemandangan ini tak jarang mencuri perhatian masyarakat yang lalu lalang, mengundang decak kagum akan kebersihannya.
Guru piket, Sinar S.Pd dan Fitriani Arifin S.Pd, menjelaskan filosofi di balik budaya ini.
”Kedisiplinan harus dimulai dari kami, para guru,” ujar Sinar. “Kami bergiliran menyambut anak-anak didik kami dan bersama membersihkan lingkungan. Siswa pun turut serta sebelum masuk kelas.
” Fitriani menambahkan bahwa praktik baik ini merupakan hasil studi tiru dari sebuah sekolah di Kabupaten Pangkep beberapa bulan lalu, yang kemudian diadaptasi dan dikembangkan dengan penuh komitmen.
Di balik keberhasilan ini, berdiri sosok Erdyanto S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah UPT SMPN 2 Duampanua. Dikenal sebagai pemimpin teladan dengan kedisiplinan tinggi,
Pak Erdyanto adalah figur yang konsisten memberikan contoh, tak peduli di mana pun ia ditugaskan.
Dedikasi dan kepemimpinannya menjadi pondasi kuat bagi terciptanya budaya positif di sekolah ini.
UPT SMPN 2 Duampanua membuktikan, dengan disiplin yang konsisten dan kepemimpinan yang kuat, sebuah sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif, beretika, dan inspiratif bagi semua.
Sebuah contoh nyata bahwa karakter unggul dibangun dari kebiasaan baik setiap hari.
Penulis by @RD















