PINRANG.MATALASINRANG.com –Kebakaran lahan pegunungan terjadi di Kampung Karajo, Dusun Kanipang, Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sabtu (1/8/2026) sore.
Kobaran api yang dengan cepat membesar menghanguskan sekitar lima hektare kebun jati merah dan menyulitkan proses pemadaman karena medan yang terjal.
Plt Camat Lembang, Muhammad Tasrim, S.Pd., M.M., kepada Matalasinrang.com, Ahad (2/8/2026), mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali melihat kepulan asap saat dalam perjalanan dari Kantor Camat Lembang menuju Desa Binanga Karaeng.
“Saya pulang dari Kantor Camat menuju Desa Binanga Karaeng. Saat di perjalanan, saya melihat kepulan asap dari gunung yang berada di belakang Polsek Lembang,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Muhammad Tasrim segera berkoordinasi dengan Babinsa Desa Sabbang Paru, Serka Salahuddin, serta personel Polsek Lembang.
Bersama Sekretaris Desa Sabbang Paru dan masyarakat setempat, mereka langsung menuju lokasi untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus melakukan upaya penanganan awal.
Namun, kobaran api terus membesar akibat tiupan angin dan merambat ke kawasan pegunungan. Melihat situasi yang semakin sulit dikendalikan, Muhammad Tasrim kemudian memutuskan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pinrang untuk meminta bantuan.
Tak lama berselang, personel Polsek Lembang bersama anggota Koramil 07 Lembang, aparat desa, dan masyarakat melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Sekitar pukul 18.30 Wita, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Duampanua tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Meski demikian, medan pegunungan yang terjal dan berbatu membuat selang mobil pemadam tidak mampu menjangkau titik api yang telah merambat hingga ke puncak gunung, sehingga proses pemadaman berlangsung cukup sulit.
Berdasarkan keterangan pemilik lahan, Talib (60), seorang petani asal Kampung Karajo, penyebab kebakaran belum diketahui.
Api disebut tiba-tiba membesar di kebun jati merah miliknya sebelum merembet ke lahan milik Kadir (45) yang berada di lokasi berdekatan.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sekitar lima hektare lahan kebun jati merah dilaporkan terbakar.
Muhammad Tasrim mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
“Saya mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan lahan atau membuka lahan baru dengan cara membakar. Tindakan seperti itu sangat berpotensi memicu kebakaran, apalagi di musim kemarau seperti sekarang,” tegasnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan karena belum ada saksi yang mengetahui awal munculnya api.
Aparat kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru di kawasan pegunungan tersebut.
Rilis Matalasinrang.com











