
PINRANG.MATALASINRANG.com– Semangat untuk menggerakkan dan memakmurkan masjid menggema di Kabupaten Pinrang.
Ratusan jamaah dari berbagai desa,Kelurahan hingga kecamatan memadati Masjid Babussalam, Kelurahan Bittoeng, Kecamatan Duampanua, pada Ahad (23/11/2025),pada pukul 17:30,dalam gelaran Tabligh Akbar yang menjadi momentum peluncuran program ‘Gerakan Memakmurkan Masjid’ (GMM).
Acara yang turut dihadiri Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, ini dibuka secara langsung oleh H. Abdul Mukthalif, penggagas GMM. Dalam sambutannya, H. Abdul Mukthalif mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pinrang untuk mendukung penuh program ini, menekankan bahwa hidup duniawi hanya sesaat, sementara akhirat selamanya.
”Dengan program pemerintah Kabupaten Pinrang ini, kami mengajak kita untuk senantiasa melakukan perintah dan kewajiban kita selaku Ummat Rasulullah SAW, dengan shalat berjamaah di masjid masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan keyakinannya bahwa apabila satu wilayah berlomba-lomba memakmurkan masjid, Allah SWT akan menurunkan rahmat-Nya dan menjauhkan azab-Nya.
Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, yang datang didampingi jajaran pemerintahan kecamatan Duampanua, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak.
”Kami berharap seluruh masyarakat dapat terus berpartisipasi aktif dan mendoakan agar program memakmurkan masjid ini dapat terus kita laksanakan secara berkelanjutan,” tutur Wabup.
Puncak acara Tabligh Akbar diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Maulana Muh. Dzunnun Al Misri. Dalam tausiyahnya, Ustadz Dzunnun memfokuskan bahasannya pada dua inti ajaran Islam fundamental: pentingnya Shalat dan bekal menghadapi akhirat.
”Shalat adalah perintah terbesar setelah syahadat, kunci surga, dan merupakan puncak penghambaan kita kepada Allah SWT. Jika seseorang meninggalkan Shalat, maka sulit baginya untuk diakui sebagai seorang Muslim sejati,” tegas Ustadz Dzunnun, mengingatkan kewajiban utama umat Muslim.
Selain itu, Ustadz Dzunnun juga mengaitkan rezeki dan keberkahan hidup dengan hubungan harmonis dalam keluarga, serta pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjaga hubungan baik antar sesama manusia.
Ia menekankan, persiapan menghadapi kehidupan setelah mati harus dilakukan melalui amal saleh dan rajin membaca Al-Quran.
Mengakhiri ceramahnya, Ustadz Dzunnun memberikan solusi spiritual bagi jamaah yang menghadapi berbagai masalah kehidupan.
”Setiap manusia pasti memiliki masalah. Solusinya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Shalat dan amal saleh lainnya merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dan meraih berkah ilahi,” pungkasnya.
Penulis buku @RD












