PINRANG, MATALASINRANG.COM – Kobaran api membakar kawasan pegunungan Kampung Karajo, Dusun Janipang, Desa Sabbangparu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Selasa (1/9/2026) malam.
Api pertama kali terlihat warga sekitar pukul 21.45 Wita dan dengan cepat membakar lahan perkebunan. Kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang membuat api sulit dikendalikan, terlebih lokasi kebakaran berada di kawasan pegunungan.
Lahan yang terbakar merupakan kebun jati milik Oddang (59), seorang petani warga setempat. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
Mendapat laporan adanya kebakaran, Plt. Camat Lembang Muhammad Tasrim, S.Pd., M.M., bersama Kapolsek Lembang yang baru ditempatkan, personel Koramil 1404-07/Lembang, aparat desa dan masyarakat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Kehadiran cepat jajaran pemerintah kecamatan dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam mengantisipasi agar kobaran api tidak meluas ke arah permukiman warga.
Dengan peralatan seadanya, petugas bersama masyarakat berupaya menahan dan memadamkan api. Sekitar pukul 23.00 Wita, dua unit kendaraan pemadam kebakaran dari Kabupaten Pinrang tiba di lokasi.
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena titik api berada cukup jauh di kawasan pegunungan sehingga selang pemadam belum mampu menjangkau sumber api.
Sekitar pukul 23.50 Wita, kobaran api yang berada di sekitar permukiman berhasil dipadamkan. Sementara api di bagian puncak gunung masih menyala dan terus dilakukan penanganan.
Upaya pemadaman berlanjut hingga Rabu (2/9) dini hari. Sekitar pukul 05.10 Wita, kobaran api di puncak gunung akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sekitar 8 hektare kebun jati milik warga terbakar.
Camat Imbau Warga Jangan Lengah
Plt. Camat Lembang Muhammad Tasrim mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.
Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau seluruh warga Kecamatan Lembang agar meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang seperti saat ini,” imbaunya.
Tasrim juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan perkebunan maupun pegunungan.
“Kalau melihat titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar, karena dalam kondisi angin kencang api dapat dengan cepat meluas dan mengancam lingkungan maupun permukiman,” ujarnya.
Kebakaran lahan di Sabbangparu menjadi peringatan bagi masyarakat Kecamatan Lembang agar tidak lengah menghadapi kondisi kemarau. Kewaspadaan dan respons cepat seluruh pihak menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas.
Sumber;Matalasinrang.com














