PINRANG.MATALASINRANG com-Kamis, 21 Mei 2026 — Warga Kampung Lampa Toa, Kelurahan Lampa, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang digegerkan dengan peristiwa dugaan bunuh diri yang menewaskan seorang pria lanjut usia, Kamis (21/5/2026).
Korban diketahui bernama Girik (59), seorang pekebun asal Lembang Mesakada, Kecamatan Lembang. Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian leher.
Kapolsek Duampanua AKP Muslimin bersama personel gabungan piket Polres Pinrang mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 10.15 Wita setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang diduga melakukan bunuh diri.
Turut hadir dalam penanganan kejadian tersebut Kepala Puskesmas Lampa dr. Hj. A. Silviani, Kanit Reskrim IPTU Betani Tarigan, Kepala Kelurahan Lampa Muh. Deli, Tim Inafis, Tim SAR Pinrang serta personel kepolisian lainnya.
Berdasarkan keterangan saksi Muh. Imbang (45), yang juga merupakan menantu korban, peristiwa itu terjadi pada Rabu malam (20/5/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Saat itu saksi sedang duduk bersama korban dan istri korban sebelum korban tiba-tiba mengambil pisau dan mengancam akan mengakhiri hidupnya.
Korban kemudian menusukkan pisau ke lehernya sendiri hingga seluruh mata pisau masuk. Saksi sempat mencabut pisau tersebut dan membalut luka korban menggunakan sarung, namun korban akhirnya meninggal dunia akibat kehilangan banyak darah.
Menurut saksi, korban sebelumnya kerap mengutarakan keinginan untuk bunuh diri dan diketahui memiliki riwayat gangguan saraf di kepala. Korban juga pernah menjalani perawatan di RSUD Lasinrang Pinrang, namun memilih pulang sebelum pengobatan selesai dan tidak lagi menjalani kontrol medis.
Tim kesehatan dari Puskesmas Lampa yang dipimpin dr. Hj. A. Silviani melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban dan menemukan luka tusuk pada leher tanpa adanya luka lain di bagian tubuh korban.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Duampanua bersama Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan dokumentasi di lokasi kejadian.
Kapolsek Duampanua AKP Muslimin saat dikonfirmasi media Matalasinrang.com melalui via Whatsapp mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait motif dan penyebab pasti peristiwa tersebut.
“Motif dan penyebabnya masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Muslimin.
Adapun tindakan kepolisian yang telah dilakukan di antaranya mengamankan TKP, meminta keterangan saksi dan keluarga korban, berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan tenaga medis, serta melakukan monitoring situasi kamtibmas di sekitar lokasi kejadian.
Editor by @RD











