
”foto peserta sosialisasi sistem pelaksanaan penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2025 dihadiri Kepala UPT SD-SMP beserta Koordinator Wilayah Dikbud dari 6 Kecamatan”
PINRANG.MATALASINRANG.com-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang menggelar rapat sosialisasi pelaksanaan sistem penerimaan murid baru ( SPMB ) jenjang sekolah Dasar ( SD ) dan sekolah menengah pertama (SMP) tingkat kabupaten Pinrang tahun 2025
Kegiatan ini dihadiri para kepala sekolah jenjang sekolah dasar (SD) dan Sekolah menengah pertama ( SMP) didampingi para koordinator wilayah Dikbud (Korwil) se-kabupaten Pinrang.
Berdasarkan pantauan media Matalasinrang.com gelar sosialisasi SPMB dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang Andi. Matjtja Moenta.S.Sos didampingi Kabid Dikdas Muhammad Ridwan
Gelar sosialisasi SPMB dilaksanakan pada Senin,26 Mei 2025 bertempat di aula kantor disdikbud,dimana kegiatan ini dibagi dalam 2 sesi pertemuan
Dalam pertemuan sesi pertama di hadiri para kepala sekolah SD-SMP beserta koordinator wilayah Dikbud (Korwil) dari 6 Kecamatan yakni:
-Kecamatan Lembang
-Kecamatan Duampanua
-Kecamatan Patampanua
-Kecamatan Batu lappa
-Kecamatan Cempa
-Kecamatan Mattiro Bulu
Sosialisasi SPMB tahun 2025 mengusung tema “Secara Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi”,
Dalam sambutannya Kepala bidang pendidikan dasar Muhammad Ridwan, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa sistem pendaftaran kini sepenuhnya dilakukan secara digital melalui aplikasi resmi milik dinas.
“Pendaftaran dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi, dan kami tegaskan bahwa tidak ada biaya apapun dalam proses ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem ini dirancang untuk menghindari praktik diskriminatif dan menjamin akses pendidikan yang merata.
Lebih lanjut,kata dia, Jalur penerimaan yang meliputi zonasi, afirmasi, dan prestasi dijelaskan secara mendetail guna menghindari kesalahpahaman di lapangan”tutur Ridwan
Hal senada di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja Moenta, S.Sos mengatakan dengan tegas bahwa, dalam penerimaan murid baru ini,
agar tidak ada rekayasa data dalam proses pendaftaran, khususnya terkait data domisili siswa”terannya
Kata dia, “Jangan ada manipulasi data, terutama domisili”ujar kadisdikbud
SPMB harus berjalan sesuai prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi,lanjutnya,ini merupakan komitmen bersama Forkopimda”tegasnya
Beliau juga menekankan pentingnya solusi apabila ada siswa yang terkendala domisili.
“Jangan sampai karena masalah domisili, anak-anak kita tidak bisa sekolah. Kita harus mencari solusi bersama,” tambahnya,
Ia berharap kepada seluruh kepala UPT SD-SMP seraya mengingatkan bahwa pelaksanaan SPMB 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya dan harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian.
”Hati-hati pada saat penerimaan murid baru, terkhusus data dokumen kependudukan siswa baru”ungkapnya
Selain menyoroti proses penerimaan siswa baru, Kadis juga memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan Dana BOS.
Ia menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk memasang papan informasi transparansi anggaran. “Ini penting sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik,”kata kadisdikbud
Di akhir arahannya, Kadis juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan guru dan kepala sekolah dalam mengajar dan kehadiran, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman “tutupnya
Penulis by @RD












