PINRANG.MATALASINRANG.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kerja UPTD KPH Sawitto, Kabupaten Pinrang, mencapai 141,30 hektare dengan total 17 kejadian selama periode 8 Juli hingga 11 Agustus 2026.
Di tengah kondisi tersebut, kabut asap mulai terlihat menyelimuti wilayah Kabupaten Pinrang.

Kepala BPBD Kabupaten Pinrang, Dr. Rhommy Manule, M.Si., Kepada media Matalasinrang.com ,pada Selasa,13/10/2026 melalui via whatsapp menyampaikan bahwa kabut asap yang mulai terlihat di Pinrang merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Asap tersebut terbawa angin hingga mencapai wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Pinrang.
Rhommy mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara yang berpotensi berdampak pada kesehatan.
Menurutnya, Gubernur Sulawesi Selatan telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara, dari kategori sehat menjadi tidak sehat, dengan mengacu pada analisis kualitas udara yang dikeluarkan BMKG Sulawesi Selatan.
“Diharapkan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara saat ini,” demikian imbauan Kalaksa BPBD Kabupaten Pinrang.
Sementara itu, berdasarkan data UPTD KPH Sawitto, kebakaran hutan dan lahan selama periode 8 Juli hingga 11 Agustus 2026 terjadi di tiga kecamatan, yakni Duampanua, Lembang, dan Mattiro Bulu.
Kecamatan Duampanua menjadi wilayah terdampak terluas dengan 79,70 hektare, disusul Kecamatan Lembang 57 hektare dan Kecamatan Mattiro Bulu 4,60 hektare.
Dari total luas lahan yang terbakar, sebanyak 89,10 hektare atau 63,06 persen berada dalam kawasan hutan, sedangkan 52,20 hektare atau 36,94 persen terjadi di luar kawasan hutan atau Areal Penggunaan Lain (APL).
Berdasarkan status kawasan, kebakaran meliputi Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 81,10 hektare, Hutan Lindung (HL) 8 hektare, serta lahan di luar kawasan hutan seluas 52,20 hektare.
Di Kecamatan Duampanua, kebakaran terluas tercatat di Desa Data seluas 32 hektare, disusul Buttasuwe 24 hektare, Lampa 12 hektare, Bittoeng 9,70 hektare, dan Katomporang 2 hektare.
Sementara di Kecamatan Lembang, kebakaran melanda Pangaparang seluas 31,50 hektare, Sabbangparu 14 hektare, Bakaru 8 hektare, Tadokkong 3 hektare, dan Ulusaddang 0,50 hektare.
Adapun di Kecamatan Mattiro Bulu, kebakaran tercatat di Kelurahan Makkawaru seluas 4,60 hektare.
Karhutla tersebut didominasi bahan bakar kering berupa serasah, semak belukar, alang-alang, kebun jati, dan lahan pertanian.
Kondisi kemarau, suhu tinggi, serta angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
BPBD Kabupaten Pinrang mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait kualitas udara dan meningkatkan kewaspadaan apabila kabut asap semakin pekat.
Masyarakat juga diharapkan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker jika diperlukan.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan guna mencegah munculnya titik api baru dan meluasnya kebakaran hutan maupun lahan.
Masyarakat diharapkan tetap waspada, mengikuti perkembangan informasi resmi, dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla serta dampak kabut asap.
Matalasinrang. com | Membangun Melalui Informasi

