Mata Lasinrang.com, Pinrang -Ketupat, dengan anyamannya yang rapat dan bentuknya yang unik, bukan hanya hidangan lezat yang menjadi simbol hari raya, namun juga melambangkan kasih sayang, saling berkaitan, dan kebutuhan satu sama lain.Selasa 18 Juni 2024
Setiap helainya, diikat erat dengan tali, menandakan ikatan erat antar manusia. Seperti ketupat yang terjalin erat, begitu pula kasih sayang kita yang harus terjalin kuat, saling mendukung dan membutuhkan.
Sama seperti beras yang dimasak dan dibungkus dalam anyaman daun kelapa, kita pun memerlukan wadah untuk tumbuh dan berkembang.
Kasih sayang adalah wadah itu, tempat kita saling berbagi, saling memberi, dan saling melengkapi. Seperti ketupat yang tak bisa terbentuk tanpa anyamannya, begitu pula kita, tidak bisa berdiri sendiri tanpa kasih sayang dan dukungan dari orang-orang di sekitar.
Ketupat, dengan rasanya yang gurih dan aromanya yang khas, mengingatkan kita bahwa kehidupan ini penuh dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda, yang saling melengkapi dan membentuk sebuah kesatuan. Seperti ketupat yang dihidangkan bersama lauk pauk yang beragam, begitu pula kasih sayang yang harus dibagikan dengan berbagai cara, diiringi dengan berbagai ekspresi dan bahasa.
Ketupat, simbol yang sederhana namun penuh makna, mengajak kita untuk merenungkan arti kasih sayang yang sejati, yang tak terpisahkan dari kehidupan kita, dan menjadikannya sebagai pendorong untuk saling mencintai dan memperkuat ikatan antar manusia.
Penulis @RD












