MATALASINRANG.COM, PINRANG– SMAN 2 Pinrang (Smandupi) menggelar Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026/2027, Kamis (24/9/2026), di lapangan terbuka sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Pilketos Serentak 2026 sekaligus sarana pembelajaran demokrasi bagi peserta didik melalui konsep Laboratorium Demokrasi.
Debat tersebut bertujuan memberikan ruang kepada para kandidat untuk menyampaikan visi, misi dan program kerja, sekaligus melatih siswa menjadi pemilih yang kritis dan bertanggung jawab.
Dalam pelaksanaannya, SMAN 2 Pinrang mendapat pendampingan dari KPU Kabupaten Pinrang dan Bawaslu, dengan tahapan pemilihan yang dirancang menyerupai proses pemilu. Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) berperan dalam penyelenggaraan tahapan pemilihan, sementara Panwaslu Sekolah melakukan pengawasan.
Para siswa juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada pasangan calon. Hal ini menjadi bagian penting untuk mengenalkan proses demokrasi secara langsung, termasuk kemampuan menyampaikan gagasan, berargumentasi dan menghormati perbedaan pilihan.
Kepala UPT SMAN 2 Pinrang, Abdul Wahid Nara, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS, tetapi juga membentuk karakter demokratis peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar memilih pemimpin, tetapi juga belajar menghargai proses, memahami pentingnya partisipasi, dan bertanggung jawab terhadap pilihannya,” ujarnya.
Pembina OSIS SMAN 2 Pinrang, Muh. Fajaruddin Yunus, menambahkan, Pilketos menjadi wadah bagi siswa untuk belajar kepemimpinan dan menjadi pemilih yang kritis.
Selain debat, Pilketos tahun ini juga menggunakan sistem e-voting sebagai bagian dari penerapan teknologi dalam proses pemilihan. Sistem tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran literasi digital bagi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, sekolah menanamkan sikap siap menang dan siap kalah, serta mendorong seluruh peserta didik tetap menjaga persaudaraan setelah proses pemilihan berlangsung.
Tujuan akhirnya bukan sekadar memilih pengurus OSIS, tetapi menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar demokrasi yang partisipatif, kritis dan bertanggung jawab.
Matalasinrang.com | Membangun Melalui Informasi

