PINRANG.MATALASINRANG.COM — Pemerintah melalui jajaran kesehatan terus memperkuat upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) sejak dini.
Salah satunya melalui kegiatan Penemuan Kasus TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Puskesmas Bungi di Kantor Desa Bungi, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan kasus TBC secara dini, mencegah penularan, serta memastikan masyarakat yang berisiko mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih cepat.
Ketua Tim Pengelola Program Penyakit TBC Puskesmas Bungi saat ditemui media Matalasinrang.com di lokasi kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar TBC.
“Adapun sasaran yang kami panggil pertama adalah kontak serumah dan kontak erat dengan pasien-pasien TBC.”ucapnya
Kemudian pasien yang terdeteksi memiliki penyakit gula atau diabetes melitus yang juga berisiko terkena TBC, termasuk kontak serumahnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Bungi tersebut, sekitar 95 orang telah menjalani skrining.
Pemeriksaan juga didampingi oleh dokter umum yang secara langsung memeriksa kondisi kesehatan masyarakat yang hadir.
Menurutnya, kegiatan penemuan kasus TBC terintegrasi dengan CKG ini merupakan bagian dari upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan secara lebih dekat dengan masyarakat, sehingga warga yang memiliki faktor risiko dapat segera diperiksa tanpa harus menunggu munculnya kondisi yang lebih berat”terangnya
Secara terpisah, Kepala Puskesmas Bungi dr. Ni Nyoman Sidiati, M.Kes., saat ditemui Matalasinrang.com di ruang kerjanya di Puskesmas Bungi, Sabtu (12/9/2026), mengatakan kegiatan tracing TBC tersebut merupakan program Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan bersama Puskesmas.
Ia menjelaskan, masyarakat yang memiliki gejala seperti batuk berkepanjangan, perokok, maupun mereka yang memiliki kontak serumah dengan penderita TBC menjadi bagian dari kelompok yang perlu mendapatkan pemeriksaan.
“Kalau hasil rontgen positif, pengobatan diberikan selama enam bulan,” jelas dr. Ni Nyoman.
Pemeriksaan dilakukan melalui skrining kesehatan, termasuk rontgen dan pemeriksaan dahak, dengan dukungan alat radiologi dari Rumah Sakit Mandising.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya dilaksanakan di Puskesmas Bungi, tetapi menjadi bagian dari program yang dilaksanakan oleh seluruh Puskesmas di Kabupaten Pinrang.
Pelayanan juga didekatkan ke masyarakat melalui kegiatan di desa agar warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pemeriksaan.
“Jangan takut dan jangan malu. TBC bisa sembuh dengan disiplin minum obat. Obatnya gratis di Puskesmas,” pesannya.
Untuk wilayah kerja Puskesmas Bungi, kegiatan tracing TBC menyasar enam desa, yakni Desa Pakeng, Rajang, Buttusawe, Bungi, Barugae dan Maroneng.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya deteksi dini TBC, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC atau faktor risiko lainnya.
Dengan ditemukan lebih awal, pasien dapat segera mendapatkan pengobatan sekaligus membantu memutus mata rantai penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Matalasinrang.com|@RD











