PINRANG.MATALASINRANG.com-Dalam upaya mempercepat transformasi layanan publik yang lebih modern dan responsif,
Pemerintah Kabupaten Pinrang kembali menunjukkan komitmen kuat dengan membentuk delapan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah empat perangkat daerah.
Langkah ini bukan sekadar perubahan struktural, melainkan strategi jitu untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran UPTD diharapkan menjadi katalis perbaikan kualitas layanan, mulai dari peningkatan efisiensi birokrasi hingga memastikan setiap unit fokus pada sektor-sektor krusial seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat.
Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, menyampaikan hal ini saat menerima Tim Pengendalian Penataan Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang melakukan visitasi untuk mengevaluasi kesiapan pembentukan UPTD.
”UPTD bukan hanya soal pembenahan struktur, tetapi adalah game-changer menyentuh layanan di tingkat rakyat,” tutur Sudirman.
Ia menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah yang ingin menjadikan pelayanan publik sebagai wajah utama kepercayaan masyarakat. Dalam konteks ini, visitasi menjadi tahap vital untuk memastikan kecukupan sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, hingga dukungan anggaran.
Menurut Wabup, kelengkapan elemen tersebut akan menentukan efektivitas operasional UPTD. “Kami ingin setiap langkah ini jelas membawa dampak nyata. Masyarakat harus merasakan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah-tengah mereka,” katanya.
Sudirman juga menjelaskan bahwa pembentukan UPTD menghadirkan momentum untuk memperkuat kapasitas lembaga daerah.
Dengan unit teknis yang khusus, setiap sektor layanan,mulai dari pelayanan kesehatan hingga administrasi kependudukan,dapat menangani keluhan masyarakat lebih cepat dan responsif.
”Tidak ada lagi waktu untuk birokrasi yang membebani. Kita harus jadi solusi, bukan hambatan,” imbuhnya.
Kegiatan yang dihadiri perangkat daerah terkait ini juga menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi tantangan modernisasi layanan.
Tim provinsi memberikan arahan teknis sekaligus menyusun evaluasi akhir sebelum UPTD resmi dioperasikan.
Di akhir pernyataannya, Sudirman mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang dirasa sebagai
”responsibilitas berat namun juga berharga.” “Kita semua berharap, apa yang kita kerjakan sekarang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung. Kepuasan rakyat adalah kunci dari semua ini,” pungkasnya.
Langkah Pinrang ini tidak hanya menandai reformasi struktural, tetapi juga komitmen nyata untuk menyelaraskan pelayanan publik dengan ekspektasi masyarakat di era yang semakin dinamis.
Dengan delapan UPTD baru, kota kecil di Sulawesi ini sedang menyiapkan langkah besar demi mengejar kualitas layanan yang berdaya saing.
Redaksi @RD












