
MATALASINRANG.com|PINRANG-Kepala Inspektorat Kabupaten Pinrang, A. Haswidy Rustam, S.STP, M.Si, menegaskan pentingnya disiplin, tertib administrasi, serta sinergi antarlembaga dalam mendukung tata kelola pendidikan yang baik.
Hal ini disampaikannya dalam kunjungan kerja perdana tahun 2026 pada rapat koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Pinrang, yang digelar di UPT SMPN 2 Duampanua, Kamis (23/1/2026).
Sebagai pejabat baru yang mulai bertugas sejak awal Januari, Haswidy memanfaatkan momentum tersebut untuk bertemu langsung dengan 58 Kepala UPT SMP se-Kabupaten Pinrang.
Pertemuan ini bertujuan menyatukan persepsi serta membangun kolaborasi antara Inspektorat Daerah dan MKKS, khususnya dalam penguatan pengawasan internal di lingkungan satuan pendidikan.
”Saat ini, Kabupaten Pinrang tercatat memiliki 58 SMP dan 315 SD”ujarnya
Dalam arahannya, Haswidy menjelaskan peran Inspektorat Daerah sebagai aparat pengawasan internal pemerintah.
Ia mengungkapkan, pihaknya baru saja melaksanakan proses rekonsiliasi guna memastikan kesesuaian saldo akhir tahun dengan regulasi yang berlaku”papar Haswidy
selain itu kata dia, dalam waktu dekat, BPK Provinsi Sulawesi Selatan juga dijadwalkan melakukan audit pendahuluan di Kabupaten Pinrang sehingga diperlukan kerja sama seluruh pihak dalam penyediaan data dan dokumen administrasi yang lengkap dan akurat.
“Dengan niat baik dan komitmen bersama, saya berharap seluruh tugas dapat dilaksanakan secara kolaboratif dan sinergis, dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Haswidy.
Lebih lanjut, Inspektorat Daerah berencana membuka kanal layanan pengawasan berbasis teknologi informasi, seperti komunikasi melalui WhatsApp dan Zoom, guna mempermudah koordinasi dan konsultasi.
Selain itu, ia juga menaruh perhatian pada disiplin tenaga pendidik, dengan harapan para kepala UPT SMP dapat melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada seluruh staf di sekolah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Haswidy turut menyoroti sejumlah permasalahan yang masih kerap ditemukan, di antaranya tanggung jawab administrasi yang tidak lengkap, kesalahan penganggaran, pembayaran pajak yang tidak tertib, pencatatan inventaris yang belum teratur, kelebihan pembayaran honor, hingga lemahnya dokumen perencanaan pengadaan barang dan jasa.
Menurutnya, hal-hal tersebut harus segera dibenahi agar tidak menjadi temuan berulang di masa mendatang.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya,Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Pinrang A. Matjtja Moenta, Kadis P2KBP3A dr. Ramli Yunus, Kadis Perhubungan dan Pertanahan H. Bahtiar, Kepala BKPSDM Abdul Rahman Usman, Kabid Dikdas Ridwan, Kabid PTK Hasrijal, Ketua MKKS SMP Pinrang Dalle, serta para pengurus MKKS SMP se-Kabupaten Pinrang.
Penulis by @RD












