Close Menu
  • Beranda
  • Nasional
  • DAERAH
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • TNI Polri
  • Info Desa

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tracing TBC, 95 Warga Bungi Jalani Skrining Gratis ‎

September 12, 2026

Andi Asrul Kawal Suara Desa Sulsel ke Panggung Nasional

September 12, 2026

Temmasarangnge Panen 13 Ton/Ha di Tengah Kemarau dan El Niño

September 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
MATA LASINRANGMATA LASINRANG
  • Beranda
  • Nasional
  • DAERAH
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • TNI Polri
  • Info Desa
Subscribe
MATA LASINRANGMATA LASINRANG
  • Beranda
  • Nasional
  • DAERAH
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • TNI Polri
  • Info Desa
Home»Nasional»Tenun Lero: Warisan Budaya yang Terus Berpilin di Tangan Perempuan Inspiratif
Nasional

Tenun Lero: Warisan Budaya yang Terus Berpilin di Tangan Perempuan Inspiratif

Mata LasinrangBy Mata LasinrangDesember 14, 2025Updated:Desember 14, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share WhatsApp Facebook Twitter Copy Link Telegram
Share
WhatsApp Facebook Twitter Email Copy Link Telegram


‎
‎PINRANG.MATALASINRANG.com– Dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif Sulawesi Selatan Tahun 2025,
‎

‎Asmaniah tidak hanya membanggakan nama Kabupaten Pinrang, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya melestarikan Tenun Lero, kain tradisional penuh filosofi yang terancam punah.
‎‎Berdasarkan Informasi diterima Matalasinrang.com,Ahad, (14/12/2025), perempuan yang sekaligus menjadi pionir pelestarian Tenun Lero ini mengaitkan kain tersebut dengan sejarah akulturasi budaya Bugis-Mandar yang kaya akan makna.
‎
‎“Tenun Lero bukan sekadar kain. Ini adalah jurnal hidup tentang perjalanan budaya rakyat.
‎
‎”Waktu dulu, orang Mandar datang ke Ujung Lero, Desa Suppa, lalu beradaptasi dengan budaya Bugis. Motif, warna, dan tekniknya adalah jejak dialog dua peradaban,” ujar Asmaniah dengan nada tegas.
‎
‎Asmaniah menekankan, motif khas Tenun Lero,seperti Loreng Bawang (garis zig-zag) dan Lingkaran Kecombrang,
‎memiliki makna ritual dan kehidupan.
‎
‎Garis melengkung melambangkan alur perjalanan hidup, sementara warna dominan merah-hitam menggambarkan semangat dan keberanian.
‎
‎“Ini bukan sekadar seni. Ini cerminan nilai spiritual dan kearifan lokal yang harus kita jaga,” lanjutnya.
‎
‎Namun, dia mengakui tantangan besar: globalisasi mode, perubahan selera masyarakat, dan produksi tekstil murah dari luar kota.
‎
‎“Jika tidak diapresiasi dan dikembangkan, Tenun Lero akan tenggelam. Kita perlu edukasi sekaligus inovasi, seperti mengemasnya dalam produk fashion modern tanpa menghilangkan esensi budaya,” ujar Asmaniah.
‎
‎Menanggapi usaha Asmaniah, Sri Widiati A. Irwan, Ketua Dekranasda Pinrang, memberikan apresiasi tinggi.
‎
‎Dia mengajak generasi muda untuk turut merawat Tenun Lero, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai pendorong ekonomi kreatif.
‎
‎”Kita sedang membangun mindset bahwa kebanggaan pada budaya bisa menjadi alat pemberdayaan.
‎
‎Jika Tenun Lero dikembangkan dengan strategi yang tepat,seperti kolaborasi dengan desainer dan pemasaran digital, ini bisa menjadi penopang utama ekonomi kreatif Pinrang,” kata Sri Widiati optimis.
‎
‎Dekranasda rencananya akan memulai program pelatihan desain kain dan pemasaran digital, ditambah kerja sama dengan perguruan tinggi lokal untuk penelitian motif tradisional.
‎
‎Asmaniah dan timnya kini fokus pada dua langkah krusial: menjembatani perajin lama dan pemuda kreatif, serta mengubah Tenun Lero menjadi simbol identitas lokal.
‎
‎”Kita sudah meluncurkan Tenun Lero by Pinrang untuk pakaian sehari-hari dan ikat pinggang. Respons sangat positif, khususnya dari kalangan wisatawan,” papar Asmaniah.
‎
‎Bagi Sri Widiati, langkah ini adalah bukti bahwa pelestarian budaya tidak kontra-produktif dengan modernisasi.
‎
‎“Kita harus menunjukkan bahwa nilai lama bisa hidup berdampingan dengan gagasan baru. Pinrang punya potensi besar, tapi butuh kolaborasi dan tekad,” tegasnya.
‎
‎Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas, dan kolaborasi lintas generasi, Tenun Lero tidak hanya bertahan sebagai simbol masa lalu, tapi siap menjadi icon Pinrang di kancah global,sebuah kain yang berkisah tentang keberanian, akulturasi, dan keindahan hati.
‎
‎(Laporan:Humas Kominfo, Editor by @RD Berita Matalasinrang.com)
‎

Asmaniah Berita Daerah Pengrajin Tenun Warga Suppa
Share. WhatsApp Facebook Twitter Copy Link Telegram Email
Previous Article‎Putra Pinrang Rafly Rezki Amir Perkasa di Panggung Global, Inspirasi Baru Generasi Muda
Next Article Puluhan Kades di Pinrang Tampil Layaknya Pasukan Militer,Jalani Retret di Gowa

Berita Lainnya

Nasional

Pemkab Pinrang Gaspol KDMP, 38 Armada Dikerahkan

September 7, 2026
Nasional

Angin Kencang Bakar 8 Hektare Kebun Jati di Lembang

September 2, 2026
Nasional

LPG 3 Kg Langka dan Mahal, Kadis Perindagem Siapkan Sidak Gabungan

September 1, 2026
Don't Miss
DAERAH

Tracing TBC, 95 Warga Bungi Jalani Skrining Gratis ‎

Mata LasinrangSeptember 12, 2026

‎PINRANG.MATALASINRANG.COM — Pemerintah melalui jajaran kesehatan terus memperkuat upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) sejak dini.…

Andi Asrul Kawal Suara Desa Sulsel ke Panggung Nasional

September 12, 2026

Temmasarangnge Panen 13 Ton/Ha di Tengah Kemarau dan El Niño

September 11, 2026

Air Sungai Saddang Dipompa, Sawah Duampanua Diselamatkan

September 11, 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Top Posts

Petani Diserang Wereng, Pemerintah Hadir

September 10, 20266 Views

Tracing TBC, 95 Warga Bungi Jalani Skrining Gratis ‎

September 12, 20262 Views

Andi Asrul Kawal Suara Desa Sulsel ke Panggung Nasional

September 12, 20260 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Most Popular

Petani Diserang Wereng, Pemerintah Hadir

September 10, 20266 Views

Tracing TBC, 95 Warga Bungi Jalani Skrining Gratis ‎

September 12, 20262 Views

Andi Asrul Kawal Suara Desa Sulsel ke Panggung Nasional

September 12, 20260 Views
Our Picks

Tracing TBC, 95 Warga Bungi Jalani Skrining Gratis ‎

September 12, 2026

Andi Asrul Kawal Suara Desa Sulsel ke Panggung Nasional

September 12, 2026

Temmasarangnge Panen 13 Ton/Ha di Tengah Kemarau dan El Niño

September 11, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

MATA LASINRANG
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • MATA LASINRANG
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
© 2026 MATA LASINRANG ARDHI .

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.