MAKASSAR.MATALASINRANG.com— Dari tanah kelahiran yang penuh potensi, Kabupaten Pinrang kini menjadi sorotan dunia berkat prestasi luar biasa Rafly Rezki Amir, seorang pemuda berusia 20 tahun yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.
Dalam waktu singkat, Rafly telah memamerkan bakatnya di dua kompetisi internasional bergengsi, menorehkan sejarah baru sebagai putra daerah yang mampu bersaing di kancah global.
Rafly pertama kali mencuri perhatian setelah meraih juara 1 dalam National Essay Competition Sentosa Foundation, sebuah ajang tahunan yang mempertemukan ratusan peserta dari 30 negara.
Esainya yang mengupas inovasi berkelanjutan dalam pangan memperoleh apresiasi dari para juri terkemuka, bahkan diakui sebagai “wawasan segar yang menggabungkan akar lokal dengan perspektif global.”
Tak puas dengan pencapaian itu, Rafly melanjutkan kiprahnya di Singapore Week of Innovation and Technology (SWITCH) 2025.
Di Marina Bay Sands, ia memimpin timnya dalam kategori AI & Robotics dengan proyek AgriTech Smart Farming, sistem pengolahan pertanian cerdas berbasis machine learning.
Proyek ini dinobatkan sebagai Best Startup, sebuah predikat yang mempertemukan visi kreatif dengan solusi praktis untuk tantangan modern.
”Saya Percaya Pinrang Bisa Bersaing dengan Siapa Saja”
Ketika diwawancara, Rafly mengaku bahwa kunci suksesnya adalah menanamkan rasa percaya diri dan mendahulukan kebutuhan masyarakat.
”Saya ingin mengubah stigma bahwa daerah kecil tidak punya inovasi. Pinrang kaya akan sumber daya dan talenta—yang diperlukan hanyalah platform dan dukungan,” ujarnya dengan mata berbinar.
Kementerian Riset dan Teknologi RI turut memberikan apresiasi, menyebut prestasi Rafly sebagai “bukti bahwa kualitas pendidikan tidak terbatas pada lokasi geografis.
” Menteri Bahlil Lahadalia menyatakan: “Perlu lebih banyak program pemberdayaan seperti ini, sehingga anak-anak daerah bisa berlari dalam balap robotika atau menulis esai yang menggemparkan dunia.”
Di tingkat lokal, semangat Rafly telah menyebarkan gairah baru di kalangan generasi muda Pinrang.
Pemerintah kabupaten menindaklanjuti dengan mencanangkan “Gerakan 1.000 Mimpi Pinrang,” program bantuan dana startup dan pelatihan inovasi bagi siswa SMA hingga perguruan tinggi.
“Rafly adalah simbol yang jelas: masa depan kita ada di tangan para pemuda yang berani menghijaukan tanah air dengan ide segar,” kata Bupati Pinrang.
Masa Depan yang Terbuka
Prestasi dua kali berturut-turut di tingkat internasional menjadi momentum penting bagi Pinrang.
Dengan kombinasi antara kompetensi akademik dan solusi berbasis teknologi, Rafly telah membuktikan bahwa inovasi tidak mengenal batas.
Bagi yang berkeinginan mengikuti jejaknya, ia memberikan pesan sederhana: “Jika kita bisa mengubah satu kebun di Pinrang menjadi sistem smart farming, mengapa tidak bisa mengubah dunia?”
Sekarang, masyarakat Pinrang menatap dengan penuh harapan: apakah kisah Rafly hanya awal dari banyak lagi putra-putri daerah yang muncul ke permukaan?
Laporan:Tim Redaksi Matalasinrang.com
Editor by @RD















