PINRANG.MATALASINRANG.com– Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Kabupaten Pinrang resmi dibuka oleh Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tahunan ini dipusatkan di Desa Barang Palie, Kecamatan Lanrisang, dan diikuti kafilah dari 12 kecamatan se-Kabupaten Pinrang.
MTQ ke-34 diikuti sebanyak 397 peserta yang berlomba pada berbagai cabang, dengan total lebih dari 10 ribu orang terlibat, terdiri atas peserta, pelatih, official, dan pendukung masing-masing kafilah.
Ajang ini menjadi wadah pembinaan dan kompetisi bagi generasi muda dalam bidang tilawah dan cabang Al-Qur’an lainnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pinrang, Rusli Rasyid, dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ bertujuan menumbuhkan semangat memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Selain itu, MTQ menjadi sarana strategis untuk menjaring bibit-bibit unggul yang akan dipersiapkan mewakili Kabupaten Pinrang pada MTQ tingkat provinsi hingga nasional.
Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid menegaskan bahwa MTQ tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan semata, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter spiritual generasi muda serta upaya membangun masyarakat yang berakhlak mulia berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan MTQ sebagai momentum untuk mengaplikasikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafied, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pinrang yang dinilai konsisten melaksanakan MTQ sebagai bagian dari pembinaan umat.
Menurutnya, MTQ memiliki peran penting dalam membumikan Al-Qur’an sekaligus menjadi langkah awal persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Maros pada April 2026.
Melalui pelaksanaan MTQ ke-34 ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap manfaatnya dapat dirasakan secara luas, baik dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, memperkuat persatuan, maupun membangun kehidupan sosial yang religius dan harmonis di tengah masyarakat.
Editor by @RD












