
PINRANG.MATALASINRANG.com,– Di tengah hamparan dataran tinggi Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, sebuah kisah inspiratif hadir dari SD Inpres Arra.
Sekolah yang terletak di pelosok pegunungan ini baru saja sukses menggelar simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada Selasa, 16/9/2025, sebuah pencapaian yang menandai berakhirnya era perjalanan sulit siswa untuk mengakses fasilitas digital.
Dengan total 50 siswa, SD Inpres Arra berhasil mengikutsertakan 10 siswa kelas 5 dalam simulasi ANBK. Jika sebelumnya tantangan geografis berupa medan terjal dan jaringan internet yang minim menjadi penghalang, kini kendala itu telah musnah.
Para siswa dapat melaksanakan ujian berbasis komputer langsung di sekolah mereka, tanpa harus ‘turun gunung’ mencari akses digital.
Keberhasilan ini tak lepas dari perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pinrang, khususnya Bupati dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sejak tahun 2023 hingga proyeksi 2025, berbagai bantuan telah mengalir. Mulai dari pembangunan baru dan rehabilitasi gedung sekolah, hingga fasilitas krusial seperti jaringan Wi-Fi dan Chromebook untuk menunjang pelaksanaan ANBK dan pembelajaran digital lainnya.
Kepala SD Inpres Arra, Maksudi. S.Pd, mengungkapkan rasa syukurnya melalui pesan singkat. “Terima kasih banyak kepada Bupati Pinrang dan Dinas Pendidikan yang telah melengkapi kebutuhan pendidikan di sekolah kami.
”Sekarang, kami dan siswa dapat melaksanakan simulasi ANBK tanpa harus turun gunung lagi. Manfaat jaringan internet sudah benar-benar kami rasakan,” ujarnya.
Transformasi SD Inpres Arra sungguh signifikan. Dari yang dulunya berdinding papan dan sekat tripleks, kini bangunan sekolah telah menjelma menjadi fasilitas yang setara dengan sekolah-sekolah di dataran rendah.
Maksudi menambahkan bahwa kepedulian pemerintah tak berhenti di situ; bantuan pembangunan pagar sepanjang 150 meter juga akan direalisasikan tahun ini.
”Kami tidak perlu khawatir lagi ketika anak-anak bermain di halaman sekolah, karena di kanan kiri dan belakang gedung ini langsung hutan dan jurang,” jelasnya, menyoroti pentingnya aspek keamanan.
Kisah SD Inpres Arra adalah bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang bagi kemajuan pendidikan, asalkan ada kolaborasi dan kepedulian.
Semangat belajar siswa, dedikasi guru, serta dukungan orang tua dan pemerintah telah menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas, bahkan di puncak Pinrang.
Penulis by @RD












